الثلاثاء، 24 مارس 2015

Batik Gajah Mada Khas Tulungagung


Batik Gajah Mada khas Tulungagung merupakan aset daerah yang tidak boleh kita acuhkan begitu saja. Sebab timbulnya sebutan suatu produk tertentu yang dimiliki oleh suatu daerah tidaklah secepat yang kita bayangkan, melainkan melalui proses yang panjang .Baik itu dilihat dari latar belakang sejarahnya , pasang surutnya pasar, sampai pada persaingan perdagangan batik itu sendiri .
Jika mencoba melihat dari sejarah nama “ Gajah Mada “ itu sendiri, ada beberapa pendapat yang menerangkan arti nama tersebut .
1. Dalam perjalanannya, Patih Gajah Mada dalam menyatukan wilayah nusantara, pernah singgah di Tulungagung kala itu, memberikan kisah-kisahnya pada pembesar katumenggungan pada dan dituangkan pada aneka warna dalam batik.
2. Gajah Mada dalam menyatukan aneka daerah di nusantara, disinonimkan pula dalam aneka corak /gambar dalam batik. Beberapa gambar seperti ikan, ayam, aneka buah-buahan, tanaman dll, disatukan dalam satu karya batik
3. Banyak masyarakat disekitar daerah Kalangbret, mendengarkan cerita-cerita dari leluhurnya, bahwa pada saat Nyi Roro Kembang Sore masih hidup, hampir setiap malam hari biasanya di Gunung Bolorejo terdengar suara semruitnya canting batik milik Nyi Roro Kembang Sore ditiup,walau dalam radius 2 kilometer lebih suara itu bisa didengar. Dijelaskan bahwa Nyi Roro Kembang Sore sedang membatik, dan batiknya adalah batik Gajah Mada.
4. Ada juga beberapa pendapat yang mengatakan bahwa pengambilan nama Gajah Mada pada Batik khas Tulungagung diambil oleh karena keheroikan atau popularitas nama Gajah Mada yang ngentrend pada waktu itu sebagai nama yang mengakar di hati masyarakat Tulungagung. Jadi pengambilan nama itu semata-mata hanya untuk menandai pasaran Batik Tulungagung yang pada waktu itu amat laku .Dan seterusnya pemakaian nama itu bertahan hingga sekarang .
Demikian sekilas tentang apa itu batik dan sekilas sejarah tentang nama Batik Gajah Mada itu sendiri . .
Tulungagung, Desember 2003

Sumber: http://budparpora.wordpress.com/2009/09/28/artikel-perkembangan-batik-di-tulungagung/

ليست هناك تعليقات:

إرسال تعليق